Cara Nembak WiFi dan Menyebarkannya Kembali

1/07/2018

Cara nembak wifi dan menyebarkannya kembali untuk mendapatkan akses internet wifi gratis ataupun berbayar memang banyak cara dan topologinya. Seperti saat rumah kita dekat dengan hotspot Wifi.ID Corner dan kita ingin nembak wifi tersebut agar dapat menikmati akses wifi.id tanpa harus ketempatnya. Beda lagi ketika dekat rumah ada kafe yang menyediakan akses hotspot wifi gratis dan kita ingin menembak wifi tersebut dengan diam-diam, jika seperti ini maka alat yang dibutuhkan harus bisa berkamuflase.

Cara Nembak WiFi dan Menyebarkannya Kembali

Sedangkan untuk menembak wifi.id sendiri kita harus tau bagaimana kondisi akses point (AP) yang ada dan membutuhkan alat yang lebih khusus agar koneksi yang didapatkan nanti stabil. Nah, pada kesempatan kali ini akan saya bagikan Cara Nembak WiFi dan Menyebarkannya Kembali dengan alat sederhana dimana dapat digunakan di kedua kondisi yang saya sebutkan tadi.

Pada dasarnya alat pada hotspot wifi akan diatur sebagai pemancar atau disebut akses poin (AP) sedangkan yang terhubung kesana disebut klien (Station). Sehingga untuk menembak wifi kita memerlukan alat yang bersifat menerima wifi. Disini akan saya berikan dua opsi : opsi murah dan opsi modal. Langsung saja kita bahas kedua opsi tersebut.

Nembak Wifi Versi Murah 

Seperti judulnya, opsi kere hore ini modalnya tidak lebih dari 150 ribu rupiah. Dengan modal seminim itu kita dapat 'menikmati' wifi tetangga tanpa harus mendekat. Akan tetapi konsekuensi untuk opsi versi kere hore ini adalah kita tidak bisa menyebarkannya lagi ke perangkat lain, sehingga hanya 1 perangkat saja yang dapat berwifi ria dan itupun harus berstatus sebagai komputer.

Alat yang berfungsi sebagai station di opsi ini adalah USB Wifi Reciever. Di toko-toko komputer banyak sekali dan harganya bervariasi. Disini saya akan menggunakan mini receiver TP-Link WN-72N. Mengapa saya menggunakan itu? Karena saya cari yang kompatibel dengan Linux dan Mac.


Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

  • USB Wifi Receiver
  • USB Extender
  • Plat atau Kawat Jaring (Strimin)
  • Data Lokasi
Untuk saya sendiri menghabiskan modal 98 ribu rupiah untuk TP-Link WN-72N yang saya beli di Jogja Tronik dan 21 ribu rupiah untuk USB Extender sepanjang 5 meter. Untuk diperhatikan bahwa hati-hati dalam memilih USB Extender, semakin panjang maka semakin besar USB Wifi Receiver tidak dapat berfungsi karena kekurangan arus listrik.

Sedangan plat atau kawat jaring dibutuhkan jika sinyal benar-benar susah didapatkan. Disini kawat atau plat berfungsi sebagai reflektor ke arah Wifi Receiver.

Data lokasi yang saya maksud adalah jarak dan status wifi yang diterima. Jarak yang masih logis dilakukan dengan cara ini dalah 50 meter dan dengan status wifi jika dilihat dari HP masih terdeteksi.


Pemasangan

Pemasangan alat untuk menembak wifi sendiri langsung bisa diterapkan dengan menghubungkan USB Extender ke PC/Notebook dan ke Wifi Receivernya. Pada pemasangan ini yang berpengaruh adalah jarak AP dengan kita dan panjang kabel USB Extender.

Logikanya semakin panjang kabel maka hambatan semakin besar dan arus yang sampai semakin mengecil sehingga daya yang didapatkan sedikit kurang dan menyebabkan jangkauan receivernya mengecil bahkan bisa putus nyambung.

Sedangkan faktor jarak AP masih dapat diakali dengan mengatur ketinggian dan fokus dengan bantuan plat atau strimin tadi. Akan tetapi jika power pemancar atau penerima tidak bisa menjangkau seperti yang saya katakan sebelumnya di bagian survey maka opsi ini tidak bisa dilakukan karena kemungkinan antara AP dan Station tidak terdeteksi.

Untuk penempatan pemasangan yang perlu diperhatikan adalah kita harus mencari tempat yang sedikit penghalangnya. Contohnya adalah jendela atau ventilasi, kedua lubang ini akan lebih besar kemungkinan berhasilnya daipada diletakan di dalam ruangan. Jika ingin lebih maksimal lagi letakan di luar rumah seperti di jendela teras atau plafon depan rumah. Dengan ketinggian sperti jendela atau plafon seharusnya sudah optimal karena rata-rata prabot rumah(penghalang) lebih rendah dari itu.

Cara Menembak WiFi dan Menyebarkannya Kembali: cara nembak wifi tetangga

Posisi yang saya sarankan adalah kabel horisontal namun posisi receiver vertikal. Untuk jelasnya lihat gambar. Ini untuk memaksimalkan antenna yang ada di receiver. Namun kembali ke tipe receiver yang dibeli, sehingga sesuaikan sesuai bentuk antenna.

Yang terakhir adalah tambahan plat atau strimin. Tambahkan plat atau strimin di belakang receiver sehingga mirip posisi antenna TV. Sesuaikan dengan letak antena internal receiver sehingga hasilnya lebih maksimal dan fokus. Untuk gambarannya bisa lihat pada gambar.

Cara nembak wifi dan menyebarkannya kembali dengan metode ini hasilnya pun cukup memusakan. Disini saya mendapatkan sinyal 2-3 bar naik turun. Sedangkan kecepatannya sendiri masih bisa dubilang cukup untuk sekedar browsing. Pada versi eksperimen ini antara keberhasilan dan kegagalan masih bisa dibilang seimbang mengigat alat yang digunakan hanya sederhana namun jaraknya masih cukup dekat.

sinyal nembak wifi

 hasil nembak wifi internet


Nembak Wifi Versi Modal

Untuk cara nembak wifi versi modal ini akan sedikit lebih rumit karena kita memerlukan konfigurasi khusus namun intinya sama dengan yang versi murah. Akan tetapi cara nembak wifi versi modal ini dapat kita sebarkan lagi ke banyak perangkat HP atau Notebook.

Tidak hanya itu, jika ternyata target sinyal dan lokasinya memungkinkan maka kita dapat menembak wifi tersebut hingga jarak 2 KM bahkan lebih. Maka dari itu harga yang dikeluarkan akan sebanding dengan hasil.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

  • Radio Station
  • Kabel LAN
  • Router /AP Router
  • Data Lokasi
Radio station yang saya maksud adalah alat penerima atau pemancar yang biasanya digunakan di bisnis internet. Umumnya pelaku RT/RW Net menggunakan TP-Link 7210 atau seri CPE , ada juga yang menggunakan UBNT Nano Station M2. Sedangkan untuk Router / AP router dalah alat untuk menyebarkan kembali. Disini bebas bisa menggunakan apa saja asalkan bisa menyebarkan wifi dan memiliki port LAN. Contoh murahnya adalah Router Huawei HG532 seharga 130 ribu. Saya sendiri menggunakan itu di sisi pelanggan saat melakukan instalasi jaringan baru di apartemen.

Untuk referensi harga TP-Link seri CPE berkisar 600-700 ribu sedangkan untuk UBNT NSM 2 berkisar antara 1,2 juta - 1,4 juta. Akan tetapi untuk UBNT sendiri ada versi yang lebih murah yaitu NS Loco yang harganya berkisar antara 700-800 ribu, yang membedakan setau saya hanya ukuran dan jumlah portnya dimana Loco hanya memiliki 1 port utama tanpa ada port backup.

Sedangkan untuk kebutuhkan kabel LAN itu menyesuaikan data lokasi penempatannya. Harga kabel LAN biasanya 4000 rupiah per meter dan 3000 rupiah per konektor. Untuk data lokasi saya rasa bisa ditempatkan sama seperti yang sebelumnya namun tempatkan lebih tersembunyi dan sulit dijangkau mengingat alat yang kita gunakan ini sedikit mahal dan mudah terjual.

Pemasangan

Untuk pemasangan jaringannya dapat dilihat seperti topologi gambar yang saya berikan dibawah nanti. Sedangkan untuk konfigurasinya mungkin akan saya susulkan di artikel berikutnya. Namun tenang saja, disini tetap akan saya berikan kata kunci mengenai konfigurasinya.

Anggap saja saat ini radio station telah dipasang ditempat yang dikehendaki dengan arah dan posisi yang benar, lihat buku panduan biasanya ada cara pemasangan yang benar sehingga tidak perlu saya jelaskan. Yang perlu ditekankan pada pemasangan ini adalah arah, antara tegak lurus(kemiringan vertikal) dan kiri kanan dari radio tersebut. Jika target hanya berada dilantai satu sedengankan pemsangan kita selevel dengan atap genteng dan jarak tidak lebih dari 100 meter maka kemiringan vertikalnya tidak lebih dari 20 derajat. Namun jika pemasangan ingin berada di tower atau tiang mungkin bisa dikonsultasikan di kolom komentar.

 topologi cara nembak wifi

Dari desain topologi diatas kita hanya perlu menyeting Radio Station dengan mode Station atau WISP, sedangkan mode untuk LAN-nya adalah bridge. Untuk IP pada mode station atau WISP bisa diatur agar DHCP (Auto). Kemudian tinggal scan target dan hubungkan. Jangan lupa isikan password jika target dipassword.

Sedangkan pada perangkat Router/AP router pastikan DHCP sudah dimatikan kemudian atur nama SSID dan passwordnya. Terakhir hubungkan kabel LAN dari adaptor Radio yang bertuliskan LAN ke lubang yang bertuliskan LAN di AP / Router.

Mungkin akan saya buatkan artikel khusus mengenai konfigurasi ini nantinya sehingga tunggu saja updateannya atau tanyakan langsung di komentar. Dari langkah terakhir tadi seharusnya kita sudah berhasil menerapkan cara menembak wifi dan menyebarkannya kembali dan hanya perlu mencobanya. Pada kesempatan berikutnya akan saya berikan tutorial lengkap mengenai cara menembak wifi dan menyebarkannya kembali dengan alat yang sangat mumpuni seperti contoh diatas.

Nah itulah dua versi cara menembak wifi dan menyebarkannya kembali yang dapat saya berikan. Disini saya tidak memberikan opsi Radio yang berbentu antenna Grid karena sangat mencolok dan rawan ditanyai orang sekitar.

Jika masih bingung dan kepo bisa langsung ditanyakan di kolom komentar dengan syarat bahasa dan pertanyaan yang jelas. Semoga artikel Cara Menembak WiFi dan Menyebarkannya Kembali ini membantu bagi yang ingin bereksperimen nembak wifi.

Seorang yang antusias dengan perkembangan teknologi dan informasi digital.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
19/03/18 19.08 delete

Mas konsul... untuk setting routernya gimana? Kebetulan sy sudah beli cpe220 tplink faros dan dikantor ad wifi,jarak dr rumah ke kantor 100meter kurng lebih. Sy sudah pasang tplink cpe220 sy setingg bridge. Sinyal penuh tp lemoot... maksud sy,sy mau tambah pakai router tplink wr841nd tp msh bingung cara setting cpe220 digabungkan dengan router tplink wr841nd. Mohon pencerahannya terima kasih

Reply
avatar
20/03/18 09.36 delete

waduh maksudnya digabung gimana ya mas?
kalau yg sy jelasin di email itu 841nya buat nyebarin lg.
kalau sinyal penuh to lemot mungkin ada gangguan atau jenis AP nya emang buat indor yg di kantor

Reply
avatar