5 Tips Cerdas Memilih Notebook Baru Berkualitas

11/16/2017
Kebutuhan mobile semakin tinggi sehingga kebanyakan orang sekarang membutuhkan notebook atau juga sering disebut laptop. Memang tidak ada bedanya antara notebook dan laptop karena hanya beda generasi saja, untuk fungsi dan segi ukuran-laptop dan notebook hampir sama. Untuk itu pada artikel ini akan saya bahas beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin membeli laptop.

Tips beli notebook baru murah berkualitas

Seperti yang kita lihat juga, sekarang ini juga masih berbau semester baru. Jadi sangat memungkinkan bagi mahasiswa baru ataupun para senior 'lawas' yang pengen ganti atau bahkan ingin membeli notebook karena belum punya. Saya rasa hal tersebut maklum karena saya sendiri saat di kelas 3 SMK banyak project dibeberapa mapel kejuruan yang waktunya juga sangat mepet sehingga butuh yang namanya mobilitas. Belum lagi saat magang di kelas 4 yang mau tidak mau harus punya fasilitas laptop untuk mobilitas kerja di lapangan.

Nah berhubung sudah di penghujung tahun 2017, pasti nantinya akan banyak promo barang elektronik akhir tahun. Momen promo ini sangat bermanfaat karena kita bisa lebih hemat sekitar 10-15% plus biasanya dapet bonus, namun dulu pernah saya di Jogja ada event clearance gudang diskonnya bisa 60% lebih. Mungkin kita dapat menemukan diskon gila seperti itu karena barang keluaran tahun lalu tapi belum terjual.

Buat kalian yang penasaran langsung saja kita bahas lebih detail tentang 4 tips yang akan saya berikan. Untuk itu coba kita rinci beberapa pertanyaan yang sering keluar saat ingin membeli notebook baru:
  • Notebook atau Netbook?
  • Ambil brand apa ya?
  • Spesifikasinya?
  • Kelebihan dan kekurangan produk?
  • Budget segini yang paling bagus ambil notebook/netbook apa ya?

Notebook atau Netbook?

Nah ini sebelum bahas anggaran biaya. Cari tahu dulu kebutuhan kita buat mobile, butuh spesifikasi yang mungil ringan apa yang standar atau yang jumbo? 

Pemutusan di hal ini sangat penting karena akan memengaruhi budget yang kita butuhkan. Untuk dipertimbangkan saja dalam urusan ukuran, biasanya orang lebih suka ukuran yang lebih ringkas alias mungil. Namun beberapa kondisi juga bisa membuat kita membutuhkan ukuran yang 'jumbo'. Pandangan saya sendiri memiliki beberapa alasan, yaitu :

Netbook
Kelebihan :
  1. Ringan
  2. Tidak lebih dari 12' (inch)
  3. Batre awet
  4. Layar terlihat tajam lebih (jikalau resolusi HD)
  5. Ada yang tanpa kipas
Kekurangan
  1. Port USB minim
  2. Batre tanam (kebanyakan)
  3. Jarang yang pakai  D-Sub(colokan proyektor)
  4. Tanpa port LAN (kebanyakan)
  5. RAM maksimal biasanya 8 GB (1x8 GB)
  6. Kadang keyboard kurang pas untuk beberapa ukuran tangan
  7. Discrete GPU hanya ada di level high (5 jt keatas)
  8. Kipas kecil (kemungkinan cepat panas)
  9. Peforma kelas low-mid kurang mumpuni.
Notebook
Kelebihan
  1. Jumlah port USB relatif banyak (biasanya minimal 3)
  2. Layar lebih luas
  3. Masih ada port LAN & D-Sub
  4. Beberapa model terbaru masih ada yang batre lepas-pasang
  5. Ukuran keyboard lebih normal
  6. Trackpad lebih luas
  7. Kebanyakan masih menyertakan DVD 
  8. Spesifikasi untuk level low-mid terbilang sebanding dengan harga
  9. Ada opsi discrete GPU di segmen low-mid
  10. Hardware lebih dingin 
  11. Kapasitas RAM bisa 16 GB (2 x 8 GB)
Kekurangan
  1. Lebih berat daripada netbook
  2. Membutuhkan tas yang cukup besar 
Nah disini awal kita harus menentukan, jika kita cari hal yang ringkas kita ambil netbook. Namun seperti yang saya katakan diatas bahwa peforma netbook pada seglem low-mid biasanya dibawah rata-rata. Hal tersebut wajar karena biasanya netbook menggunakan prosesor low entry seperti Intel Pentium/Celeron atau AMD seri E. RAM-nya pun terbatas karena hanya memiliki 1 slot RAM dan biasanya hanya support maksimal 8 GB.

Dengan demikian netbook lebih cocok untuk keperluan mengetik dan browsing saja. Namun jika kalian membeli netbook kelas mid-high dengan prosesor Intel Core i3 keatas atau AMD seri A8 keatas itu sudah sedikit mumpuni untuk menjalankan aplikasi editing ringan. Tapi jika dibawah itu saya sarankan jangan karena akan memaksa hardware terlalu keras dan akan mengurangi usia hardware.

Sedangkan Notebook kelas low-mid yang biasanya juga menggunakan Intel Pentium/Celeron sama seperti netbook, saya sarankan juga jangan dibeli jika akan digunakan untuk editing grafis. Saya sarankan ambil seri Intel Pentium/Celeron yang sudah Quadcore dengan tambahan Discrete GPU seperti Nvidia atau AMD Radeon untuk editing ringan. Juga jika kita ambil seri AMD, ambil yang sudah menggunakan Discrete GPU alias DUAL GPU. Hal ini penting terutama jika kita memilih prosesor seri E. Untuk AMD seri A usahakan ambil minimum seri A8 untuk keperluan editing ringan.

Untuk keperluan gaming atau editing menengah sendiri tidak saya bahas disini. Hal ini karena banyak sekali notebook dengan harga sekitar 6 jutaan yang sudah mumpuni untuk gaming atau editing ringan. Namun jika memiliki dana lebih dari 6 jutaan bisa kita dapatkan spesifikasi minimal dengan Intel Core i5 ditambah Nvidia 930M, untuk RAM biasanya standar 4 GB.

Sebenarnya untuk keperluan real gaming dan editing, setiap vendor sudah mengeluarkan segmen tersendiri dan bukan termasuk pada segmen mainstream di rentang harga 5 jutaan. Sehingga sudah pasti harganya di atas 6 juta untuk keperluan professional.

Menentukan Pilihan Brand Apa?

Nah setelah kita sudah menentukan ingin meminang netbook atau notebok, selanjutanya akan kita bahas mengenai brand/merk. Untuk pasar Indonesia sendiri ada banyak brand yang bersaing, yaitu : Asus, Dell, Apple, Fujitsu, Acer, HP, Lenovo, Samsung, Relion dan Axioo. Setiap vendor tersebut pasti juga memiliki patennya masing-masing. Paten tersebut biasanya juga yang menentukan pilihan hati calon pembeli.

Tidak hanya paten, namun level pelayanan purna jual pun juga akan sangat berpengaruh. Namun kebanyakan pelanggan melakukan komplain ke toko daripada ke service center.

Mengenai paten, beberapa vendor selalu menjadikannya sebagai ujung tombak dalah hal pemasaran. Namun tetap saja itu kembali ke pembeli. Contohnya saja paten pada notebook 14 inch keluaran Lenovo, mereka selalu menanamkan keyboard bernama AccuType. Secara sekilas tidak ada yang aneh, hanya saja bentuknya tidak pure persegi di tiap tombolnya. Pada saat saya memakainya ntah karena apa saya merasa sedikit terganggu karena legkungan yang ada dan lebih merasa nyaman dengan bentuk pure persegi dengan permukaan datar seperti milik Macbook atau Fujitsu. Maka dari itu saya tidak mengambil notebook dari brand ini. Sehingga sesuaikan bentuk dan besarnya tangan/jari dengan paten dan letak keyboard pada setiap vendor atau model notebook keluarannya. Itu sangat krusial karena berkaitan dengan kenyamanan saat mengetik. Namun saya sendiri merasa paling nyaman dengan keyboard milik Fujitsu tah itu 14 inch atau lebih besar.

Kemudian kita bahas mengenai layar. Setiap brand biasanya memiliki 2 tipe layar, yaitu glossy dan doff. Untuk model glossy biasanya warna lebih tajam saat diluar ruangan namun warna akan terlalu kontras jika diruang yang kurang cahaya. Sebaliknya, layar doff akan pucat jika digunakan di luar ruangan namun warna akan terlihat cantik saat digunakan didalam ruangan meskipun cahaya sangat minim dengan arti warna tidak membuat sakit mata.

Tapi saya rasa kedua hal tersebut akan berubah jika kita mengguanakan aksesoris tambahan seperti anti gores atau anti glare, itu karena akan mempengaruhi paparan cahaya yang keluar atau masuk. Jadi tentukan jenis layar pada brand yang akan dipilih, jika tidak mungkin akan sedikit kecewa dengan penampilan yang disuguhkan layar.

Selain layar kita juga harus melihat sistem pembuangan panas pada netbook/notebook yang hendak kita beli. Untuk netbook biasanya memang sangat kecil lubang untuk pembuangan panasnya dan bahkan ada yang tanpa kipas. Itu wajar karena kinerja netbook tidak sepanas notebook yang memiliki dual GPU, namun tetap saja perhatikan pembuangan panas pada notebook/netbook yang hendak dibeli.

Nah untuk notebook coba kita perhatikan lubangnya, apakah heatsink yang terlihat sangat rapat atau sedikit longgar, termasuk lebar dari lubang kipas. Semakin lebar maka semakin bagus. Saya sarankan ambil yang jarak sirip pada heatsink sedikit renggang. Ini agar debu yang masuk tidak terlalu banyak yang tersangkut.

Lebar dan renggangan antar sirip pada heatsink akan mempengaruhi masa pembersihan/service notebook. Namun itu juga tergantung tempat berkerja kita, antara berdebu atau tidak. Jika sangat berdebu maka saya yakin dalam umur 1 tahun heatsink akan penuh dengan debu dan perlu dibersihkan.

Kelebihan dan Kekurangan Produk?

Dari beberapa pertimabngan diatas, akan saya tambahkan lagi beberapa opsi yang mungkin dapat membuat kita sedikit bimbang. Diantaranya;

Pilihan Konektivias Display
Notebook keluaran sekarang kebanyakan sudah meninggalkan port D-Sub (VGA) dan hanya disediakan HDMI aau Mini HDMI. Untuk itu pertimbangakan lagi. Namun kita dapat membeli converter HDMI to DSUB seharga 60 ribuan.

Pilihan Konektivias USB
Untuk masalah USB tentunya kita sudah tidak asing dengan USB 3.0 atau 3.1. Namun ada beberapa notebook yang menggunakan USB tipe C dimana bentuk slot maupun portnya berbeda. Jika ada beberapa model notebook yang sama persis namun berbeda varian, pilih sesuai kebutuhan saja. Misal saya memiliki periferal dengan USB tipe C maka saya akan memilih notebook yang sudah mendukung USB tipe C.

Baterai Tanam atau Lepas-Pasang
Untuk masalah baterai sebenarnya lebih nyaman tipe yang dapat dilepas karena jika error langsung bisa dimatikan dengan lepas baterai semisal tombol power tak berfungsi. Namun untuk baterai tanam biasanya kapasitas lebih besar dan awet. Tapi itu juga kembali ke "harga" yang mampu kita beli.

Letak Speaker
Letak speaker sangatlah penting karena akan mempengaruhi kenyamanan saat mendengarkan musik atau film tanpa headset/subwofer. Saya sarankan cari yang letak speakernya di depan. Lebih tepatnya di sisi sekitar touchpad. Untuk letak speaker di samping engsel sebenarnya juga tidak masalah, namun saya sendiri terganggu karena jika kita ada di jarak 1 meter di depan notebook maka arah suaranya akan berbeda (penyebaran suara tidak maksimal).

Replaceable & Upgradeable RAM/HDD
Pastikan sebelum membeli bahwa RAM pada notebook yang hendak dibeli dapat di upgrade kedepannya. Terutama untuk netbook/notebook dengan bawaan RAM 2 GB, itu karena menurut saya RAM 2 GB tidak mencukupi untuk keperluan multitasking lebih dari 3 aplikasi. Sehingga PASTIKAN bahwa terdapat slot RAM tambahan atau setidaknya RAM yang ada dapat direplace dengan RAM yang baru.

Kemudian mengenai HDD/Harddisk. Pastikan juga tipenya dan ukurannya sama seperti yang dipasaran. Karena jika tidak, maka biaya penggantian akan lebih mahal jika terjadi human error misal terjatuh. Untuk sekarang juga ada beberapa notebook yang sudah menggunakan M.2 namun itu jika pembeli juga melakukan upgrade.

Warna dan Desain
Untuk para kaum hawa biasanya warna menjadi faktor nomor wahid daripada spesifikasi detail dan brand. Nah untuk itu jangan langsung putuskan untuk membeli. Coba tanyakan ketersediaan stok. Saya sendiri juga melakukan negoisasi harga karena warna. Itu disebabkan karena barang yang saya cari adalah warna langka pada brand juga kebanyakan penjual hanya menyebutkan warna hitam untuk seri tersebut.

Jika ternyata ada warna lain dan sesuai keinginan kita, maka lebih baik ambil yang sesuai pilihan hati kita. Jika tidak mungkin didalam hati kita akan sedikit menyesal.

Sedangkan untuk desain kita dapat kombinasikan dengan bentuk keyboard. Maksud saya, misal notebook A desainnya bagus namun bentuk dan susunan keyboardnya kurang pas ditangan. Nah untuk kasus ini mungkin kita hindari untuk membeli notebook A karena keyboarnya tidak nyaman.

Pastikan juga desain notebook tidak terlalu siku/lancip, hal ini untuk menghindari pecahnya case disudut notebook sehingga mengurangi penampilan notebook.

Budget Segini yang Paling Pas Beli Apa?

Nah untuk yang satu ini saya tidak bisa memastikan karena pada tiap rentang harga pasti ada kekurangan dan kelebihanya masing-masing. Namun dengan pengamatan dan analisa kebutuhan, nantinya pasti akan terjawab. Juga jangan ragu untuk mengambil pricelist dan bertanya pada penjual yang berjaga.

Tapi pastinya beda toko beda harga apalagi beda kota, harganya akan berbeda jauh. Jadi misalkan kita baru berlibur namun ternyata di kota tersebut adalah pusat 'barang kulakan' maka tidak salahnya kita membeli juga di kota tersebut jika kita memang membutuhkannya.

Saya tekankan kembali bahwa perhatikan mengapa kita ingin membeli notebook/netbook, apakah untuk keperluan sekolah/kantor, editing grafis atau untuk gaming. Dengan kembali memikirkan pilihan tersebut tentunya kita akan tau tentang spsifikasi minimal yang harus dimiliki oleh notebook yang hendak kita beli.

Selain karena kebutuhan jangan lupakan tentang harga dan kualitas, coba cari review tentang produk yang hendak kita beli terlebih dahulu. Misalkan ada brand P menjual notebook dengan spesifikasi tinggi namun harga murah, saya katakan jangan tergiur dulu. Pastikan build quality bagus dan sparepart yang ada dipasaran tidak susah untuk dicari. Kunci tersebut paling penting dalam kita menentukan pilihan dengan harga.

Nah itu opini dan semoga saja dapat membantu saat ingin membeli notebook baru. Untuk detail brand mana yang lebih awet mungkin saya sedikit sensitif karena hal tersebut sangat tergantung pada penggunaan, perawatan dan kesusuaian antara spesifikasi dengan program yang dijalankan. Jadi disini saya tidak dapat menentukan brand mana yang lebih awet dan jika ada masukan mungkin bisa ditambahkan pada update selanjutnya. Selamat berbelanja cerdas !

Seorang yang antusias dengan perkembangan teknologi dan informasi digital.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »